Drama
Indonesia:Dilema Bagi Pecinta Rasa Patriotisme
Berkaitan
dengan judul posting di atas,para reader pasti sudah mengerti maksud dan tujuan
judul tersebut.benar,,ini mengenai dunia entertainment indonesia yang sudah
mulai meredup,khususnya dalam bidang drama nya.
Sejauh
ini dan diambil dari berbagai sumber,di dapatlah salah satu penyebab memburuk
nya rating drama di indonesia.dalam kesempatan kali ini,pengasuh akan membuat
perbandingan antara beberapa drama yang ada dan telah exis di dunia
per-Televisian.
In-Drama
dan K-drama.
Sejak dulu diakui,Drama indonesia
sangat memukau di kalangan asia,khususnya untuk dalam negri.berhadapan dengan
drama-drama dari negara asia lain nya tidak membuat para produser indonesia
saat itu melemah.malah sebalik nya,drama indonesia menunjukan prestasi nya
secara terus menerus.namun apa yang terjadi sekarang membuat kita warga
indonesia malu untuk melihat masa lalu.para produser maupun penulis cerita
terdahulu tidak mampu menurunkan ilmu mereka kepada para junior nya saat
ini.sekali lagi menurut survey dari beberapa sumber,2006-2014 merupakan priode dimana beberapa drama besar mengalami
drop rating hingga ke titik dasar.bisa di bilang ini merupakan masa kehancuran
drama-drama tersebut.
Banyak
yang menyebut kan salah satu penyebab utama nya adalah Episode nya terlalu
panjang.namun kita tidak bisa menyebutkan pendapat itu sepenuh nya benar.karena
jumlah episode tidak mempengaruhi kualitas suatu cerita.dimana kita dapati
beberapa drama internasional yang juga mempunyai episode panjang.namun,di
indonesia pendapat itu dianggap sepenuh nya benar.karena mereka mendapati drama
yang memiliki lebih dari 1000 episode.memang bisa dikatakan pada jumlah episode
seperti itu,cerita cenderung bergerak lambat.tanpa melewati angka itu,drama
indonesia(2006-2014) sudah memiliki
cirikhas low.apalagi hingga menembus 1000 episode.
Tujuan
orang menonton drama adalah untuk sesaat saja
meninggalkan kehidupan mereka di dunia nyata.tapi mengapa mereka di suguh
kan cerita yang terlalu detail hingga terkesan sangat nyata?
Dalam
ulasan di atas,kita sudah membahas tentang argument yang banyak bersebar di
masyarakat luas tentang drama indonesia.
Berbelok
sedikit dari pendapat tersebut.pengasuh mendapatkan jawaban yang lebih pasti.
“drama
korea terkesan bersifat terobsesi terhadap satu masalah.yang mana di sela-sela
masalah utama terdapat beberapa masalah kecil tambahan.memang,,drama mereka
terkesan memuat banyak mimpi yang sangat tinggi serta masalh yang sangat rumit.namun hal itu terbilang bisa di atasi
oleh pengarang cerita drama mereka.hayalan mereka bisa dibilang tingkat
dewa.tapi itu suatu trik yang hebat.mereka berusaha memahami kriteria
manusia-manusia di negaranya.mereka mengerti kebutuhan masyarakat korea yang
memang butuh banyak mimpi.ketika penonton dilelahkan oleh aktifitas sehari-hari,mereka
langsung di suguhi mimpi yang sangat indah.secara konstan hal tersebut sudah
pasti menghilangkan penat penonton.bagaiman dengan drama indonesia??drama indonesi terkesan
multi central problem.writer-writer di indonesia memang serakah terhadap
masalah-masalah kehidupan.mereka memborong berbagai macam masalah kehidupan
nyata dan membawanya kedalam cerita mereka.apa yang terjadi??begitu penonton
pulang yang baru saja pulang bekerja,dimana penat,lelah dan stres masih melekat
di kepala mereka.dan begitu mereka menghidupkan TV mereka,Tara...belasan
masalah sudah bercokol menanti untuk di tonton.berjejer nya masalah tersebut
tidak di imbangi penyelesaian yang tepat.satu masalah bisa menghiasi belasan
bahkan puluhan episode.masalah tersebut jadi terkesan tidak
terselesaikan,walaupun sebenarnya pasti selesai juga.hal itu sudah pasti
membuat jengkel penonton,dimana mulai episode satu sampai sepuluh dan seterus
nya masalah nya itu-itu mulu.di tambah perusahaan-perusahaan TV sangat tidak
memprioritaskan perasaan penonton.perusahaan TV indonesia sedang berusaha
merubah iklan menjadi acara utama,dan acara utama menjadi iklan.kenapa??bagaimana
tidak,,seharusnya durasi acara dibuat lebih lama dari pada durasi iklan.tetapi
tidak di TV-TV indonesia,iklan nya satu jam acara nya lima menit.jika sudah
begitu,akhirnya sebagian penonton memilih untuk tidur atau mencari hiburan
lain.dan sebagian lagi mau tak mau harus menonton drama tersebut.menanti-nanti
klimaks problem nya dimana.”
Secara
ringkas nya,producer dan writer di indonesia lebih egois dari pada writer
korea.hal itu membuat para penonton TV indonesia berusaha memutar chanel mereka
ke setasiun yang sesuai kebutuhan mereka.tak jarang mereka membelok ke chanel
internasional.disini lah letak jatuh nya rating drama-drama itu.
Dilema?jelas
dilema bagi yang mempunyai rasa patriotisme yang tinggi.tapi tidak bagi yang
bersifat netral-netral saja...
sekian pembahasan kita kali ini,,maaf bila agak melenceng sedikit dari tema blog..
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar